Dikala si kecil sedang sedih, kesepian, atau berkecil hati, sebagai bapak dan ibu kita perlu menemukan kata yang pas untuk mengembalikan motivasinya. Telah kita dapat menjalankannya tanpa kata-kata. Bahasa tubuh yang membuatnya hangat (secara harafiah) dapat menjadi metode terbaik untuk membuatnya merasa dicintai dan dilindungi. Di bawah sadar, manusia mengasosiasikan kehangatan lahiriah dengan kehangatan emosional. Kaitan ini membawa mereka kembali ke masa permulaan kehidupan di dunia, ketika bayi merasa hangat dalam dekapan bapak dan ibunya. Para pakar menyebut ikatan penuh cinta itu sebagai kelekatan yang aman. Bayi yang "tangki emosinya" terisi penuh juga akan mempunyai kekerabatan yang dekat dan penuh rasa percaya di umur dewasa. "Walau kita tak punya memori sedang disusui atau dipeluk ketika bayi, respons positif dan perasaan hangat itu terekam dalam daya ingat otak" kata John Bargh Ph.D, profesor psikologi dari Universitas Yale. Berikut merupakan se...